
GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease merupakan salah satu penyakit yang umum dialami banyak orang di dunia. Penyakit ini muncul dikarenakan asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan gejala seperti nyeri dada, hertburn dan regurgitasi. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk menangani penyakit ini dan salah satunya adalah suntik lambung GERD.
Untuk penderita yang ingin mencoba metode pengobatan suntik lambung sebaiknya pelajari informasi lengkap mengenai prosedur pengobatan ini terlebih dahulu, mulai dari pengertiannya, tata cara sampai dengan manfaatnya. Bacalah informasi lengkapnya di bawah ini untuk lebih memahaminya.
Apa Itu Suntik Lambung GERD?
Suntik lambung untuk penyakit GERD merupakan salah satu pengobatan yang menggunakan injeksi bahan-bahan tertentu di area lambung atau esofagus untuk meningkatkan kekuatan esofagus bagian bawah atau LES. Lower Esophageal Sphincter atau LES merupakan jaringan otot yang berfungsi menjadi penutup antara lambung dan kerongkongan.
Saat seseorang menderita GERD, otot tersebut sering melemah dan mengalami rileks secara berlebihan sehingga asam lambung bisa naik ke kerongkongan. Dengan melakukan injeksi, kekuatan dan fungsi LES mengalami peningkatan sehingga tidak terjadi refluks asam lambung. Ada beberapa contoh bahan yang umumnya digunakan pada saat prosedur suntik lambung dilakukan, contohnya adalah bahan poliakrilamid dan kolagen.
Prosedur Suntik Lambung untuk Penyakit GERD

Sebelum prosedur dilakukan, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh pasien terlebih dahulu. Berikut ini beberapa contoh tahapan yang umumnya dilakukan sebelum dan selama prosedur dilakukan.
Persiapan Melakukan Suntik Lambung
Sebelum suntik lambung akan dilakukan, pasien harus melakukan konsultasi medis dengan dokter spesialis yang akan menangani prosedur ini. Pada saat melakukan konsultasi, pasien harus memberitahukan informasi riwayat kesehatan secara lengkap kepada dokter, seperti memberikan informasi mengenai alergi obat, metode pengobatan yang sedang dilakukan dan jenis penyakit yang diderita.
Setelah konsultasi sudah dilakukan, biasanya dokter akan meminta pasien untuk berhenti mengonsumsi obat tertentu, seperti obat pengencer darah. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan pendukung, seperti endoskopi untuk memeriksa kondisi LES. Setelah semuanya selesai dilakukan, pasien akan diminta untuk berpuasa kurang lebih selama 6 sampai 8 jam sebelum dilakukannya prosedur penyuntikan.
Pelaksanaan Suntik Lambung
Pelaksanaan suntik lambung dilakukan setelah pasien selesai melakukan persiapan. Dokter yang melakukan prosedur ini adalah dokter bedah gastrointestinal atau dokter spesialis gastrointestinal di rumah sakit bersertifikat yang memiliki perlengkapan steril yang lengkap. Sebelum penyuntikan akan dilakukan, dokter akan memberi anestesi dan sedasi di bagian lambung dan tenggorokan.
Pemberian sedasi dan anestesi tersebut untuk membuat pasien tidak merasa kesakitan dan merasa nyaman selama prosedur berlangsung. Setelah anestesi sudah diberikan, dokter akan mencari area yang akan diberikan suntikan. Setelah menemukan area yang tepat, dokter akan menyuntikkan bahan biokompatibel di area sekitar LES.
Bahan yang disuntikkan akan disesuaikan jumlahnya dengan kondisi pasien, semakin buruk kondisi pasien maka semakin banyak yang disuntikkan. Penyuntikan bahan biokompatibel dapat membentuk lapisan penyangga yang bisa memperkuat katup LES.
Pemeriksaan Setelah Penyuntikan
Setelah suntik lambung GERD sudah selesai dilakukan, dokter akan melakukan pemeriksaan ulang di bagian area lambung yang disuntik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan volume bahan dan lokasi penyuntikan sudah benar atau belum.
Selain itu, endoskopi yang tadinya dimasukkan ke tubuh pasien akan dikeluarkan. Dokter akan terus memantau pasien selama dirawat di rumah sakit. Apabila kondisi pasien belum membaik, perawatan akan terus dilakukan sampai akhirnya kondisi pasien membaik dan bisa dipulangkan.
Hal Penting yang Harus Dilakukan Pasca Penyuntikan
Setelah menjalani prosedur penyuntikan, pasien harus melakukan beberapa hal penting untuk mendapatkan hasil yang optimal dan untuk meminimalisir komplikasi. Berikut ini beberapa contoh hal-hal penting yang harus dilakukan pasien.
Beristirahat
Setelah penyuntikan, pasien biasanya dianjurkan untuk beristirahat di klinik selama beberapa jam. Setelah pasien pulang, pasien juga tidak disarankan untuk melakukan aktivitas sehari-hari terlebih dahulu, seperti bekerja atau melakukan pekerjaan rumah tangga. Pasien diharuskan untuk beristirahat sampai kondisi tubuh pulih sepenuhnya.
Diet
Pasien juga dianjurkan untuk melakukan diet ringan setelah injeksi. Saat melakukan program diet ini, pasien hanya diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan lembut atau cair. Program diet ini dilakukan kurang lebih selama 24 sampai 48 jam setelah penyuntikan.
Hindari Makanan Asam dan Pedas
Agar GERD bisa cepat teratasi maka harus menghindari makanan yang asam dan pedas, contohnya makan sambal atau buah yang rasanya asam. Dengan menghindari makanan ini maka iritasi di area injeksi akan bisa dicegah.
Mengawasi Gejala GERD
Agar penyakit yang diderita tidak memburuk maka perlu memperhatikan gejala GERD setelah penyuntikan. Pasien harus memperhatikan adanya demam, nyeri hebat, kesulitan menelan dan pendarahan. Apabila pasien mengalami salah satu gejala tersebut sebaiknya hubungi dokter spesialis agar gejala tidak semakin parah.
Melakukan Kontrol Rutin
Pasien sangat disarankan untuk melakukan kontrol lanjutan secara rutin. Pasien harus melakukan ini agar mengetahui seberapa efektif prosedur yang dilakukan. Kalau tidak terlalu efektif biasanya dokter akan melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi pasien pasca prosedur dilakukan.
Manfaat Prosedur Suntik Lambung
Suntik lambung yang dilakukan dengan benar bisa memberikan banyak sekali manfaat untuk pasien. Contoh manfaatnya adalah gejala GERD menjadi berkurang, rata-rata gejala yang dialami oleh pasien mengalami penurunan yang cukup drastis. Contoh gejala yang biasanya berkurang setelah injeksi adalah nyeri dada, regurgitasi dan heartburn.
Manfaat lainnya adalah mempersingkat waktu pemulihan. Kondisi pasien bisa cepat pulih dikarenakan prosedur penyuntikan tidak melalui operasi besar, hanya melalui endoskopi saja. Biasanya setelah penyuntikan, pasien hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk bisa melakukan aktivitas hari-hari secara normal.
Manfaat yang terakhir adalah meminimalisir risiko komplikasi. Kalau pengobatan dilakukan bukan dengan prosedur penyuntikan biasanya terjadi komplikasi yang dapat memperburuk kesehatan dan membahayakan nyawa pasien, contohnya terjadi pendarahan dan infeksi.
Dengan memanfaatkan metode penyuntikan, risiko tersebut bisa diminimalisir jika prosedur ini dilakukan oleh dokter berpengalaman. Jadi untuk pasien yang ingin mencoba suntik lambung GERD sebaiknya cari dokter spesialis yang sudah berpengalaman dan bisa bekerja secara profesional.
