Spread the love

Di zaman modern yang kian canggih ini, pendidikan tetap menjadi kebutuhan utama untuk setiap orang, apa pun jenis kelas dan dari kalangan mana pun. Inilah mengapa pemerintah memberikan kewajiban bagi warganya untuk mendapatkan pendidikan selama 12 tahun, bahkan disarankan lebih baik dari itu. Pemerintah juga banyak memberikan program beasiswa agar anak yang kurang mampu tetap bisa dapatkan akses pendidikan yang layak.

Sederhananya, pendidikan bisa jadi sarana bagi setiap individu agar bisa terhindar dari kebodohan, terjerat oleh kemiskinan dan keterbelakangan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka akan tinggi juga tingkat pengetahuan yang diperoleh. Dengan begitu, semakin besar peluang mereka dalam mencapai tujuan hidup mereka.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas mengenai peran penting pendidikan dalam kehidupan manusia dan juga andil dari pendidikan dalam mencapai tujuan seseorang. Mari kita simak ulasannya.

Pengertian Pendidikan

Sebelum berbicara lebih jauh, pertama kita perlu untuk tahu lebih dulu apa pengertian dari pendidikan. Menurut pemaparan ahli pedagogic dari Negara Belanda yang bernama Langeveld, dia mengatakan bahwa pendidikan adalah suatu bimbingan yang diberi oleh orang yang sudah dewasa pada anak yang belum mencapai kedewasaan untuk mencapai kedewasaan tersebut.

Mendidik dan pendidikan, keduanya adalah hal yang saling terikat. Pengertian pendidikan itu sendiri memiliki makna melakukan tindakan berupa mendidik pada pihak lain. Menurut pemaparan Ki Hajar Dewantara, mendidik yaitu menuntun semua kekuatan kodrat yang ada di dalam anak agar mereka sebagai anggota masyarakat dan sebagai manusia bisa mencapai keselamatan dan tujuan berupa kebahagiaan setinggi-tingginya.

Menurut GBHN 1973, pendidikan hakikatnya merupakan usaha adar dalam mengembangkan kepribadian atau kemampuan siswa atau peserta didik di luar dan di dalam sekolah dan ini berlangsung selama hidupnya.

Konsep Dasar Pendidikan

Ada beberapa konsep dasar dalam pendidikan, antara lain:

  1. Pendidikan berlangsung selama seumur hidup manusia. Hal ini karena upaya pendidikan pada dasarnya sudah dimulai sejak manusia lahir dari dalam kandungan sampai sang ibu meninggal dunia. Konsep pendidikan yang berlangsung sepanjang hidup seolah berikan pengertian bahwa pendidikan bukanlah hal yang identik dengan sekolah formal saja, tapi juga ada di dalam ranah keluarga dan juga lingkungan masyarakat.
  2. Tanggung jawab terhadap pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dari keluarga, pemerintah dan masyarakat.
  3. Bagi setiap individu, pendidikan adalah sebuah kewajiban, sebab dari adanya pendidikan maka amnesia bisa mempunyai kemampuan serta kepribadian yang selalu berkembang.

Dengan begitu, Anda sudah bisa ambil kesimpulan awal bahwa pendidikan merupakan sebuah usaha yang disadari penuh, bukan dari sebuah perbuatan yang serampangan dan dilakukan begitu saja agar setiap individu bisa jadi manusia seutuhnya dan bertanggungjawab serta mandiri.

Mengapa Setiap Manusia Perlu Peroleh Pendidikan?

Ini karena pendidikan memiliki hubungan dengan hati nurani, perasaan, nilai, keterampilan dan pengetahuan manusia. Maka hanya manusialah yang bisa dididik dan mendapatkan hikmah dari pendidikan sebab manusia diberkahi Tuhan dengan akal dan budi pekerti. Berbeda dengan hewan yang tidak dapat pendidikan dan tidak bisa dididik, sehingga tidak memungkinkan untuk terlibat dalam proses pendidikan.

Ada beberapa asumsi yang memungkinkan mengapa manusia perlu mengenyam pendidikan selama hidupnya, antara lain:

  1. Manusia lahir ke dunia dalam keadaan tak berdaya yang menyebabkan dirinya harus memperolah bantuan dari orang lain agar hidupnya bisa terus berlangsung.
  2. Manusia terlahir tidak secara langsung menjadi pribadi yang dewasa dan mampu. Agar mereka bisa sampai pada tingkat kedewasaan, maka diperlukan adanya proses pendidikan.
  3. Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk sosial, ini artinya mereka tak akan bisa hidup tanpa mendapatkan pertolongan atau bantuan dari orang lain.
  4. Hakikatnya, manusia bisa dididik dan memperoleh pendidikan selama ia masih hidup.

Tujuan dari Pendidikan

Setiap Negara memiliki tujuan pendidikan yang berbeda-beda, entah itu dalam segi falsafah, juga ideologi Negara. Jika berbicara dalam ranah warga Indonesia, maka pendidikan mempunyai tujuan sebagai berikut:

  1. Agar bisa mencapai sebuah kehidupan yang lebih baik dan mapan.
  2. Agar bisa membentuk manusia Indonesia dengan sikap atau perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Kedewasaan sangat diperlukan dalam pencapaian tujuan tersebut. Kemudian ada beberapa indikator yang dipakai untuk bisa menyebut seorang individu sudah dianggap dewasa, antara lain:

  1. Mandiri: Artinya bisa hidup sendiri dan tidak menggantungkan kehidupannya kepada orang lain, serta bisa mengambil keputusan atas dirinya sendiri.
  2. Memegang tanggung jawab penuh atas segala perbuatannya.
  3. Bisa memahami setiap norma dan nilai moral yang berlaku di dalam masyarakat luas.

Unsur dalam Pendidikan

Dalam mempelajari pentingnya pendidikan dalam hidup, maka kita juga perlu mengetahui unsur apa saja yang ada dilama pendidikan, berikut penjelasannya.

1. Siswa atau Peserta Didik

Zaman sekarang, peserta didik bukan hanya orang yang menerima informasi yang berasal dari pendidik saja. Akan tetapi juga bisa saling memberikan info atau timbal balik kepada pendidik atau antar peserta didik/ siswa. Tidak hanya pengetahuan yang dimiliki peserta didik saja yang bisa berbeda satu sama lain. Hal ini juga didorong oleh adanya perbedaan di lingkungan pendidikan.

2. Guru atau Pendidik

Pendidik diklasifikasikan jadi dua, yaitu pendidik secara kodrat, yaitu orang tua Anda yang menjadi pendidik pertama sejak Anda dilahirkan ke dunia; kemudian pendidik profesi atau yang disebut sebagai guru.

Orang tua sebagai pendidik secara kodrat berlangsung bukan atas kehendak sang anak, melainkan hal ini terjadi secara kodrati atau alamiah dan semata-mata sebagai kewajiban mengikat bagi orang tua untuk mendidik anaknya dengan aturan atau tata cara yang bisa saja berbeda satu sama lain.

Pada zaman modern seperti sekarang, banyak ditemukan orang tua yang mulai mengabaikan tanggung jawab dan perannya sebagai pendidik kodrati. Ada begitu banyak alasan, salah satunya adalah tidak tersedianya waktu untuk lakukan interaksi dengan anak disebabkan oleh kesibukan kerja yang terlalu padat.

Kesibukan yang seringkali tak bisa ditawar inilah yang akhirnya menggeser peran utama pendidik dari orang tua beralih ke profesi guru. Guru telah menerima tanggung jawab untuk mendidik dari banyak pihak, seperti orang tua, masyarakat, hingga Negara. Tanggung jawab ini juga atas dasar kepercayaan dan asumsi bahwa guru bisa berikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik untuk capai tujuan hidup mereka.

Saat ini daftar kualifikasi sebagai seorang guru sudah makin kompleks dan panjang, tak hanya cukup dengan ijazah lulusan jurusan terkait, namun juga dituntut memiliki jiwa Pancasilais, demokratis, jasmani yang sehat, jadi syarat lain yang wajib dimiliki seorang yang berprofesi guru.

Lihat juga : Teknik Memulai Proses Belajar yang Baik

3. Tujuan Pendidikan

Tiap pendidikan yang disalurkan pada siswa atau peserta didik haruslah memiliki tujuan yang jelas, Sebagai contoh supaya peserta didik atau siswa lebih cakap berbicara, terlebih di depan publik, bisa menulis dan membaca, mampu berhitung; dilengkapi dengan budi pekerti yang luhur, mencintai bangsa dan tanah airnya dan masih banyak nilai lainnya.

Semua tujuan itu harus dikaji dan dijalankan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik atau siswa agar proses pendidikan bisa diterima dan jadi nilai kehidupan yang luhur untuk mencapai tujuan hidup.

4. Konten Pendidikan

Konten pendidikan berupa semua hal yang diberi oleh pendidik atau guru pada peserta didik atau siswa agar mencapai tujuan pendidikan yang akan memperlancar pencapaian tujuan hidup. Konten pendidikan ini adalah materi yang harus disesuaikan dan sejalan dengan tujuan pendidikan serta kemampuan dari tiap peserta didik.

5. Metode Pendidikan

Berkaitan dengan dunia pendidikan, metode ini akan bergantung pada kemampuan dan kecakapan pendidik yang bersangkutan dan didukung oleh sarana prasarana pendidikan. Pada proses pendidikan, banyak terjadi adanya metode yang kurang membuahkan hasil dan sudah diterapkan oleh sebagian pendidik, tetapi ternyata membuahkan hasil bagi sebagian pendidik lainnya. Dengan begitu bisa disimpulkan bahwa suatu metode pendidikan masih memiliki kelemahan dan kekuatannya masing-masing.

6. Lingkungan Pendidikan

Situasi dan kondisi lingkungan belajar banyak menjadi unsur yang berpengaruh pada proses pendidikan. Situasi dan kondisi lingkungan di sini adalah lingkungan sosial dan budaya, lalu lingkungan fisik atau bangunan dan gedung, lalu lingkungan alam berupa musim dan cuaca. Seringkali kondisi yang tidak ideal pada salah satu unsur lingkungan tersebut membuat proses belajar mengajar jadi terhambat.

Lingkungan Pendidikan

Dalam mencapai pendidikan yang ideal untuk mencapai tujuan hidup, faktor lingkungan memiliki peran yang sangat penting. Ada beberapa jenis lingkungan pendidikan yang akan kita bahas, antara lain:

1. Lingkungan Keluarga

Lingkungan pendidikan keluarga adalah bentuk lingkungan pendidikan yang paling utama dan pertama bagi tiap individu yang terlahir ke dunia. Maka dari itu, orang tua punya peran yang besar sebagai pendidik dan bertanggung jawab pada proses pendidikan anaknya.

2. Lingkungan Sekolah

Sesuai dengan perkembangan peradaban, sekolah memiliki posisi yang sangat penting dalam bentuk upaya pendidikan pada manusia. Sekolah memiliki tanggung jawab pada orang tua, masyarakat dan Negara pada bidang pendidikan untuk membentuk generasi di masa yang akan datang.

Dasar tanggung jawab guru antara lain:

  • Tanggung jawab formal yaitu dalam hal kelembagaan yang sesuai dengan fungsi serta tujuannya menurut undang-undang pendidikan.
  • Tanggung jawab keilmuan berdasar bentuk, tujuan, isi, serta jenjang pendidikan.
  • Tanggung jawab fungsional pada pengelola dan pelaksana pendidikan yang menerapkan ketetapan berdasar pada ketentuan jabatan masing-masing.

Lihat juga : Panduan Belajar Secara Efektif untuk Siswa

3. Lingkungan Masyarakat

Pada banyak hal, sekolah banyak dianggap tertinggal dari masyarakat, khususnya di bidang teknologi yang mana sudah terjadi lebih dulu di lingkungan masyarakat daripada di lingkungan sekolah. Inilah yang membuatnya penting melakukan banyak upaya untuk menjalin hubungan dekat antara masyarakat dan sekolah. Misal dengan gunakan sistem magang, Kuliah Kerja Nyata, Praktik Kerja Lapangan dan masih banyak lagi.

Dengan penjelasan detail di atas, maka Anda sudah semakin paham tentang peran penting pendidikan bagi kehidupan setiap individu dan membantu mereka dalam mencapai tujuan dan cita-cita dalam hidup. Semoga dengan ulasan di atas, kita semakin disadarkan akan pentingnya peran pendidikan dan mengupayakan untuk menjadi orang yang terdidik. Semoga bermanfaat.

Visited 10 times, 1 visit(s) today
Pentingnya Pendidikan untuk Kehidupan dan Pencapaian Tujuan